Selamat datang.. Hingar bingar di sekeliling mari diambil hikmahnya, karena keadaan masyarakat akan berubah bila diri kita berubah. Salam hangat!

Sunday, September 2, 2012

Senandung Serah Diri



http://www.youtube.com/watch?v=RpOZnh7kTCs


أَسْتَغْفِرُ اللهْ رَبَّ الْبَرَايَا * أَسْتَغْفِرُ اللهْ مِنَ الْخَطَايَا

رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا نَافِعَا * وَوَفِّقْنِي عَمَلاً صَالِحَا


ياَ رَسُولَ اللهْ سَلاَمٌ عَلَيْكْ * يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَ الدَّرَجِ

عَطْفَةً يَّاجِيْرَةَ الْعَالَمِ * يَا أُهَيْلَ الْجُودِ وَالْكَرَمِ
 
Ngawiti ingsun nglaras syi’iran = (aku memulai menembangkan syi’ir)
Kelawan muji maring Pengeran = (dengan memuji kepada Tuhan)
Kang paring rohmat lan kenikmatan = (yang memberi rahmat dan kenikmatan)
Rino wengine tanpo pitungan 2X = (siang dan malam nya tanpa terhitung)

Duh bolo konco priyo wanito = (wahai para teman laki laki dan perempuan)
Ojo mung ngaji syareat bloko = (jangan hanya belajar syari’at saja)
Gur pinter ndongeng nulis lan moco = (hanya pandai bicara, menulis dan membaca)
Tembe mburine bakal sengsoro 2X = (esok hari bakal sengsara)

Akeh kang apal Qur’an Haditse = (banyak yang hapal Al Qur’an dan Hadits nya)
Seneng ngafirke marang liyane = (senang mengkafirkan kepada orang lain)
Kafire dewe dak digatekke = (kafirnya sendiri tak dihiraukan)
Yen isih kotor ati akale 2X = (jika masih kotor hati dan akal nya)

Gampang kabujuk nafsu angkoro = (gampang terbujuk nafsu angkara)
Ing pepaese gebyare ndunyo = (dalam hiasan gemerlapnya dunia)
Iri lan meri sugihe tonggo = (iri dan dengki dengan kekayaan tetangga)
Mulo atine peteng lan nisto 2X = (maka hatinya gelap dan nista)

Ayo sedulur jo nglaleake = (ayo saudara jangan sampai melupakan)
Wajibe ngaji sak pranatane = (kewajiban mengaji serta aturannya)
Nggo ngandelake iman tauhide = (untuk mempertebal iman tauhid nya)
Baguse sangu mulyo matine 2X = (bagusnya bekal mulia matinya)

Kang aran sholeh bagus atine = (Yang disebut sholeh adalah bagus hatinya)
Kerono mapan seri ngelmune = (karena mapan lengkap ilmunya)
Laku thoriqot lan ma’rifate = (menjalankan tarekat dan ma’rifatnya)
Ugo haqiqot manjing rasane 2 X = (juga hakikat meresap rasanya)

Al Qur’an qodim wahyu minulyo = (Al Qur’an qodim wahyu mulia)
Tanpo tinulis biso diwoco = (tanpa ditulis bisa dibaca)
Iku wejangan guru waskito = (itulah petuah guru mumpuni)
Den tancepake ing jero dodo 2X = (ditancapkan di dalam dada)

Kumantil ati lan pikiran = (menempel di hati dan pikiran)
Mrasuk ing badan kabeh jeroan = (merasuk dalam badan dan seluruh hati)
Mu’jizat Rosul dadi pedoman = (mukjizat Rosul (Al-Qur’an) jadi pedoman)
Minongko dalan manjinge iman 2 X = (sebagai sarana jalan masuknya iman)

Kelawan Alloh Kang Moho Suci = (Kepada Allah Yang Maha Suci)
Kudu rangkulan rino lan wengi = (harus mendekatkan diri siang dan malam)
Di tirakati diriyadohi = (diusahakan dengan sungguh-sungguh secara ihlas)
Dzikir lan suluk jo nganti lali 2X = (dzikir (mengingat Allah) dan suluk jangan sampai lupa)

Uripe ayem rumongso aman = (hidupnya tentram merasa aman)
Dununge roso tondo yen iman = (mantabnya rasa tandanya beriman)
Sabar narimo najan pas-pasan = (sabar menerima meski hidupnya pas-pasan)
Kabeh tinakdir saking Pengeran 2X = (semua itu adalah takdir dari Tuhan)

Kelawan konco dulur lan tonggo = (terhadap teman, saudara dan tetangga)
Kang podho rukun ojo dursilo = (yang rukunlah jangan bertengkar)
Iku sunahe Rosul kang mulyo = (itu sunnahnya Rosul yang mulia)
Nabi Muhammad panutan kito 2x = (Nabi Muhammad tauladan kita)

Ayo nglakoni sakabehane = (ayo jalani semuanya)
Allah kang bakal ngangkat drajate = (Allah yang akan mengangkat derajatnya)
Senajan asor toto dhohire = (Walaupun rendah tampilan dhohir nya)
Ananging mulyo maqom drajate 2X = (namun mulia maqam derajat nya di sisi Allah)

Lamun Palastro ing pungkasane = (ketika ajal telah datang di akhir hayatnya)
Ora kesasar roh lan sukmane = (tidak tersesat roh dan sukma nya)
Den gadang Alloh swargo manggone = (dirindukan Allah surga tempatnya)
Utuh mayite ugo Ulese 2X = (utuh jasadnya juga kain kafannya)



ياَ رَسُولَ اللهْ سَلاَمٌ عَلَيْكْ * يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَ الدَّرَجِ

عَطْفَةً يَّاجِيْرَةَ الْعَالَمِ * يَا أُهَيْلَ الْجُودِ وَالْكَرَمِ


(from : sufiroad.blogspot.com)



Friday, August 24, 2012

LIFE MAP




kotak link kotak link kotak link kotak link kotak link kotak link kotak link  


Klik kata yang ada dalam Life Map di atas untuk menuju ke artikel yang relevan.


Saturday, August 18, 2012

SETIAP ORANG SEDANG MEMBUKTIKAN

Ilmu pengetahuan dan teknologi sudah maju, sejarah sudah panjang membentang dengan bukti-bukti, sepatutnya manusia mengambil banyak pelajaran untuk percaya dengan berita dan janji Tuhan pemilik kesempurnaan.

Hukum alam berlaku dengan sangat teratur, berkaitan, bertingkat-tingkat, sempurna tanpa sedikitpun cacat, hanya pengetahuan manusia sungguh lemah dalam menelusurinya. Alam makro begitu luas tak terjangkau ujungnya, alam mikro begitu kecil tak terlihat titik terkecilnya meskipun itu sangat dekat. Teknologi gelombang (dari keberadaan radio hingga handphone, dst) semakin memperjelas fakta penting bahwa di balik yang terlihat oleh mata ternyata ada eksistensi keterikatan kuat antar benda-benda yang terpisah oleh jarak maupun tidak. Teknologi kedokteran juga membuktikan adanya keterkaitan antara komponen diri yang secara awam seolah tidak terkait, misalnya kondisi psikologis manusia yang berakibat munculnya penyakit fisik. Menurut ragam pengetahuan manusia yang diperkirakan masih sangat terbatas itu, terkuak adanya tingkatan eksistensi. Sangat mungkin ditemukan tingkatan eksistensi yang lain manakala pengetahuan manusia berkembang lagi.

Sementara itu, sejarah sudah berlebih dalam menampilkan bukti akibat dari suatu tindakan, yaitu bagaimana para pelaku kejahatan cepat atau lambat diketahui mendapat akibat yang tidak menguntungkan bahkan mencelakakan.

Dari point-point singkat di atas, manusia tak bisa hanya percaya dengan apa yang dilihat, diraba dan didengar saja. Manusia seharusnya sadar akan adanya tingkatan-tingkatan eksistensi yang saling berkaitan sehingga terjadilah hukum sebab-akibat yang menyeluruh hingga menyentuh aspek baik buruk, di mana kebaikan berakibat kebaikan, keburukan berakibat keburukan seperti yang diberitakan Tuhan. 

Tuhan Pasti Menegakkan HukumNYA
 
Di dalam Al Quran, sudah terang tertulis bahwa langit bertingkat-tingkat. Dan akibat dari kebaikan atau keburukan pasti akan terjadi di dunia, sebelum terjadi lagi di akhirat. Dan sekecil apapun perbuatan, akan ada akibatnya.
Memang ada sebagian fenomena yang terjadi di sekitar kita yang apabila tidak dicermati, maka kita akan berpikir bahwa hukum yang berlaku di dunia ini bak hukum rimba. Seolah siapa yang kuat akan memakan yang lemah. Seolah siapa yang terlahir hoki, selamanya akan hoki. Siapa yang terlahir sial, selamanya akan sial.
Tetapi Tuhan yang maha adil, tidak mungkin menciptakan hukum yang demikian. DIA menyayangi seluruh makhluk, DIA memperlakukan hambaNYA secara adil sesuai apa yang diperbuat oleh seorang hamba. Bahkan DIA maha pemurah dan maha mensyukuri sehingga satu keburukan hanya akan mendapat satu akibat buruk, sedangkan satu kebaikan akan mendapat akibat baik yang berlipat-lipat.

Membaca Hukum Sebab Akibat
 
Dalam konteks alam semesta yang tunggal dan menyeluruh ini berlakulah hukum sebab akibat yang diciptakan Tuhan. Komponen-komponen yang terlibat dalam ‘hukum sebab akibat’ adalah semua benda yang terlihat dan tak terlihat beserta semua gerakannya yang ada dalam himpunan alam semesta ini. Begitu luasnya komponen perhitungan hukum ini, menyebabkan manusia (yang terbatas pengetahuannya) sering kesulitan memperkirakan akibat-akibat. Hal tersebut memunculkan kosakata ‘tiba-tiba’, ‘kebetulan’, ‘ajaib’, ‘lagi sial/ hoki aja’, dan sejenisnya. Maka agar dapat berbuat secara tepat dalam hukum sebab-akibat, manusia perlu memahami ayat-ayatNYA yang merupakan sumber informasi menyangkut hukum itu, di antaranya dengan memahami sifat-sifat dari suatu ‘akibat’, sebagai berikut :
1.        ‘Akibat dari sebab’ bisa muncul secara langsung maupun tidak langsung, secara cepat atau lama, secara tunai atau bertahap.  Untuk ‘akibat’ yang langsung, cepat dan tunai, manusia bisa dengan mudah memahaminya. Tetapi untuk ‘akibat’ yang tidak langsung dan lama, manusia butuh percaya bahwa semua yang terjadi adalah akibat dari masa lalu. Tuhan mengabarkan bahwa ada akibat yang langsung, ada yang ditunda, ada yang berlangsung perlahan-lahan, ada juga yang terjadi tiba-tiba dan terakumulasi pada satu waktu.

2.        ‘Akibat dari sebab’ bisa dimunculkan dari mana saja. Bisa melalui manusia (terpaksa atau sukarela, sengaja atau tidak), bisa melalui alam, atau bisa juga melalui gabungan antara manusia dan alam. Memang Tuhan menyuruh manusia menegakkan hukumNYA di muka bumi. Tapi seandainya manusia tidak ada yg sukarela menjalankannya pun, Tuhan tetap akan memunculkan ‘akibat’ melalui keterpaksaan / ketidaksengajaan manusia dan melalui alam dengan caraNYA sendiri, yang tetaplah Adil dan Penuh Syukur.

3.       ‘Akibat dari sebab’ tidak pandang bulu dan tidak mendendam. Seseorang yang melakukan kebaikan dan keburukan sekaligus, maka akibat yang akan diterima juga akan berupa kebaikan dan keburukan, meskipun kebaikan dan keburukan itu bisa muncul terpisah. Dan seseorang yang telah terbiasa melakukan keburukan, lalu ia sekali melakukan kebaikan, maka kebaikan itu tetap akan berakibat kebaikan meskipun berada di antara keburukan-keburukan dari kebiasaannya. Ini menunjukkan salah satu letak ke-mahaadil-an dan ke-maha teliti-an Tuhan.

4.        ‘Akibat dari sebab’ bisa muncul dalam berbagai bentuk atau keadaan. Di sini sebagian manusia sering keliru memahami hakekat dari suatu akibat, yaitu hanya melihat secara kasat mata. Misalnya selalu menggunakan unsur ‘harta’ sebagai tolok ukur utama, di mana harta mencerminkan kesenangan. ‘Akibat baik’ dipahami baik jika memunculkan harta sedangkan ‘akibat buruk’ dipahami buruk jika memunculkan harta. Untuk itu diperlukan ukuran yang nyata tentang apakah itu kesenangan dan apakah itu kebaikan.



Memilah Keadaan secara Tepat
 
Dalam membaca hukum sebab akibat juga perlu melihat dengan jernih tentang berbagai bentuk keadaan ‘sebab’ maupun ‘akibat’. Apabila diuraikan mungkin bisa berupa tabel kuadran berikut :

Tuesday, August 7, 2012

Sebagian Hikmah Tauhid


Doa Nabi Musa AS dalam menghadapi kekuasaan Firaun:

“..dan jadikankanlah dia (Harun) sekutu dalam urusanku, supaya kami banyak bertasbih kepada Engkau, dan banyak mengingat Engkau.” (Thaahaa: 32-34)


Dan ayat-ayat berikut:

“Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.” (Al Anfaal:45)

“Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul, (ingatlah) ketika ia lari, ke kapal yang penuh muatan, kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian. Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit.” (Ash Shaaffat:139-145)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”  (Al Jumuah:10)


Nabi Musa tahu bahwa 2 orang yang mengingat Alloh, akan lebih banyak mengingatNYA daripada 1 orang saja. Sedangkan banyak mengingatNYA akan mendapatkan banyak keberuntungan dalam usahanya. Doa Nabi Musa tersebut bisa juga dianalogikan:

1 orang yang mengingat Alloh saja, akan lebih banyak mengingatNYA daripada ketika orang itu mengingat Alloh + yang lainnya.

2 > 1 eqivalent dengan (1 / 1) > (1 / >1).


Wednesday, July 18, 2012

Partikel tuhan dan Ibrahim


Peter Higgs (ilmuan atheis) saat ini adalah sosok sentral yang mewakili keinginan sebagian manusia selama ribuan tahun untuk menguak asal usul alam semesta (apakah ada keterlibatan Tuhan atau tidak dalam penciptaannya ) melalui akal dan inderanya. Setelah berpuluh-puluh tahun Peter Higgs dan ilmuan lainnya bekerja keras, hadirlah sepenggal kemajuan pengetahuan baru, yaitu penemuan partikel dasar yg lebih kecil yg diduga merupakan bahan pembentuk materi dan dikenal dg sebutan yang terdengar tidak sopan, yaitu "partikel tuhan".

Itu adalah penelitian dan penemuan yang sah (benar), karena alam semesta memang karyaNYA yg mengandung keagungan ilmu, sedangkan manusia dianugerahi akal dan indera untuk menganalisa. Penggunaan akal dan indera secara benar adalah bentuk pelaksanaan perintahNYA, sekaligus juga penghargaan (rasa syukur) atas anugerahnya itu (yang juga adalah karyaNYA). Dan setiap ilmu yang benar akan selalu mengandung hikmah. Terlepas dari misi awal Ilmuan dalam mengadakan penelitian ilmiah, manusia patut berterimakasih kepada mereka yang dengan penelitiannya itu terus membuahkan teknologi yang membawa kemudahan hidup. Dan kepada Tuhanlah segala pujian, karena akal dan indera manusia adalah ciptaanNYA. Dengan demikian, kemudahan hidup itu sesungguhnya adalah dariNYA.

Sampai dengan peradaban manusia sejauh ini, peran ilmu pengetahuan inderawi memang telah berhasil membawa kemajuan nyata dalam bentuk berbagai kemudahan hidup. Dia juga berperan dalam upaya menyelami maha karya Tuhan, bahwa semakin ditelusuri karyaNYA semakin terlihat menakjubkan. Hal tersebut akan memunculkan keyakinan, yang memperkuat kepercayaan (keimanan) bahwa Tuhan memang Maha Besar dan Maha Sempurna.

Akan tetapi, ilmu pengetahuan inderawi yang telah berkembang ribuan tahun itu bagaimanapun juga tak mampu mengungkap semua misteri yang terbentang di alam raya ini, apalagi mengetahui hakekatnya. Masih sangat banyak teka-teki yang belum terpecahkan. Setiap penemuan baru selalu melahirkan pertanyaan baru yang jumlahnya lebih banyak. Terhadap dunia materi saja masih belum bisa memahami secara utuh, apalagi terhadap dunia di luar materi yang mencakup nilai-nilai seperti ekonomi, sosial, kesehatan, psikologi, dan spiritualisme, ilmu pengetahuan inderawi tadi bagaikan tak bisa berkata apapun. Alhasil, manusia butuh pengetahuan yang lain dalam menjalani kehidupannya secara total.

Pada titik itu manusia (termasuk para ilmuan) yang jauh dari Agama perlu membuka mata, bahwa dari berbagai informasi – yang benar maupun tidak - yang bertebaran di sepanjang sejarah manusia sesungguhnya terdapat informasi yang diklaim oleh para Nabi sebagai informasi yang berasal dari Sang Pemilik Alam Semesta. Kalau diteliti dengan seksama, niscaya dalam Al Qur'an (informasi Tuhan yang penulis percayai kebenarannya) itu terdapat semua kebenaran dan jawaban yang menyeluruh bagi semua aspek kehidupan manusia. Di dalam Al Qur'an itu, terdapat komunikasi yang luar biasa antara Tuhan dengan aktivitas manusia, di antaranya dengan telah terjadinya bukti-bukti kebenaran ayat suci, dan terus akan terbuktikan.

Al Fushilat:53
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami pada segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?

Tentang upaya manusia dalam menemukan Tuhan di alam raya melalui pengetahuan inderawi, sebenarnya hal itu telah diwakili oleh seorang manusia pada ribuan tahun yang lalu :

(Al An'am: 75 -78)
Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang yang yakin. Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam".
Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat".
Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar". Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.
Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.

Ibrahim telah berupaya mencari Tuhan dengan mengandalkan pengetahuan inderawinya. Dia mengagumi benda-benda langit sebagai sesuatu yang luar biasa. Namun demikian, akhirnya dia yakin bahwa tak ada sosok materi yang layak diper-Tuhan-kan, kemudian dia menyatakan kepasrahannya kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi dengan kepercayaan (keimanan) yang utuh atau tanpa kesyirikan.
Wallohu a’lam