Selamat datang.. Hingar bingar di sekeliling mari diambil hikmahnya, karena keadaan masyarakat akan berubah bila diri kita berubah. Salam hangat!
Showing posts with label about blog. Show all posts
Showing posts with label about blog. Show all posts

Tuesday, September 11, 2012

Meraih Jiwa Pembelajar Sejati


Manusia terlahir tak tahu apa-apa. Pada masa kecil, sebelum dia bisa memutuskan sesuatu, lingkungan mengajarkan banyak hal kepadanya. Baik dan buruk, benar dan salah.

Sampailah dia di usia yang cukup untuk memutuskan arah hidupnya. Pada saat pertama kali dia mulai memutuskan, dia telah memiliki memori dan acuan yang tanpa sadar telah tertanam di dirinya, akibat pengajaran semasa kecil. Dan apa yang tertanam di dirinya itu, akan kuat berpengaruh pada bagaimana cara dia memandang dunia selanjutnya.

Maka dia telah memiliki apa yang dinamakan kepercayaan, karakter, ilmu, wawasan, pengalaman masa lalu dan keinginan dalam skala tertentu.

Lalu dia melihat dunia dalam perbedaan-perbedaan yang luar biasa. Perbedaan pendapat, perbedaan keinginan, perbedaan tujuan yang di antaranya memunculkan perdebatan, percekcokan, bahkan pertumpahan darah. Dia tak tahu siapakah yang benar, siapakah yang salah.

Dan dia pun mendapat informasi tentang Tuhan sebagai yang menciptakan alam raya ini. Tuhan pemilik kebenaran. Tuhan yang tahu mana yang benar dan mana yang salah. Tuhan yang kekuatan dan kekuasaannya tak terbatas.

Maka dia memutuskan untuk mengambil Tuhan sebagai Gurunya. Yang akan menuntunnya mengarungi sisa hidupnya dari tempat dia berdiri sekarang,
dari apa yang telah ia jalani sejauh ini,
dari kepercayaan, karakter, ilmu, wawasan, pengalaman dan keinginan yang telah melekat sebelumnya.

Tapi sejauh dia memandang, dia sungguh tak tahu apa-apa tentang kebenaran, yang dia tahu adalah hanya Tuhan yang tahu tentang kebenaran. Bagaimana dia selanjutnya bertindak?

Di tengah ketidak-tahuannya tentang kebenaran, dia berusaha melakukan saja apa yang dia anggap paling baik.

Bermohonlah dia kepada Tuhan untuk ditunjukkan mana jalan yang benar menurutNya. Bermohon sambil mengakui kelemahan dan kebodohannya,
Bermohon petunjuk sambil mengembalikan lagi kepadaNya apa saja yang telah diyakini dan dijalani selama ini.
Tak mau ia menyembunyikan sesuatupun di hadapan Gurunya. "inilah Guru, aku kembalikan semua pemahamanku, hanya Engkau yang tahu hakikat kebenarannya. Selanjutnya bimbinglah aku".

Maka pada saat itu dia dalam keadaan kosong,
berserahlah dia atas apa yang akan dikehendaki Tuhan kepadanya setelahnya, karena percaya bahwa Tuhan adalah Guru sejati, yang tak akan mencelakakannya.

Setelah meminta petunjuk itu, dia kembali menjalani kehidupannya.

---------------------------------

Sekali lagi, sejauh dia memandang, dia sungguh tak berhasil tahu tentang hakikat kebenaran.

Di tengah ketidak-tahuannya itu, dia lakukan apa yang dia anggap paling baik. Membaca kitab yang dianggap suci, memperhatikan alam, memperhatikan masyarakat, memperhatikan dirinya sendiri, dan berbuat apa yang dia anggap terbaik berdasar pemahamannya, berlepas dari keinginan-keinginan di luar kebutuhan.

Dia bermohon lagi kepada Tuhan untuk ditunjukkan mana jalan yang benar menurutNya. Bermohon sambil mengakui kelemahan dan kebodohannya,
Bermohon petunjuk sambil mengembalikan lagi kepadaNya apa saja yang telah diyakini dan dijalani selama ini.
Tak mau ia menyembunyikan sesuatupun di hadapan Gurunya. "inilah Guru, aku kembalikan semua pemahamanku, hanya Engkau yang tahu hakikat kebenarannya. Selanjutnya bimbinglah aku".

Maka pada saat itu dia dalam keadaan kosong,
berserahlah dia atas apa yang akan dikehendaki Tuhan kepadanya setelahnya, karena percaya bahwa Tuhan adalah Guru sejati, yang tak akan mencelakakannya.

Setelah meminta petunjuk itu, dia kembali menjalani kehidupannya.

---------------------------------

Lagi lagi, sejauh dia memandang, dia sungguh tak pantas menyatakan diri tahu tentang hakikat kebenaran.

Di tengah ketidak-tahuannya, tetap dia lakukan apa-apa yang dia anggap paling baik.
Kembali dia membaca kitab yang dianggap suci, memperhatikan alam, memperhatikan masyarakat, memperhatikan dirinya sendiri, dan berbuat apa yang dia anggap terbaik berdasar pemahamannya, berlepas dari keinginan-keinginan di luar kebutuhan.

dia memohon lagi kepada Tuhan untuk ditunjukkan mana jalan yang benar menurutNya. Memohon sambil mengakui kelemahan dan kebodohannya,
memohon petunjuk sambil mengembalikan lagi kepadaNya apa saja yang telah diyakini dan dijalani selama ini.
tak mau ia menyembunyikan sesuatupun di hadapan Gurunya. "inilah Guru, aku kembalikan semua pemahamanku, hanya Engkau yang tahu hakikat kebenarannya. Selanjutnya bimbinglah aku".

Maka pada saat itu dia bermohon dalam keadaan kosong lagi, benar-benar kosong, nol dan tak tahu apa-apa lagi.
berserahlah dia atas apa yang akan dikehendaki Tuhan kepadanya setelahnya, karena percaya bahwa Tuhan adalah Guru sejati, yang tak akan mencelakakannya, justru akan membawanya pada kenikmatan terbaik.

Setelah meminta petunjuk itu, dia kembali menjalani kehidupannya.

---------------------------------

Begitulah seterusnya, hingga akhir hayatnya

**********


Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. 

Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 

Yang menguasai di Hari Pembalasan. 

Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. 

Tunjukilah kami jalan yang lurus, 

(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni'mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. 

(Al Fatihah: 1-7)

**********

wallohu a'lam

Saturday, December 31, 2011

Tentang Blog


Tujuan pertama dan utama dari blog ini adalah untuk memetakan berbagai ilmu dan informasi yang telah penulis dapatkan sejauh ini. Hal ini agar pemikiran penulis di masa lalu bisa bermanfaat bagi penulis sendiri di masa kini, karena menyadari kemampuan memori yang terbatas. Ternyata yang terjadi tidak hanya pemetaan, tapi juga ada perbaikan, pelurusan, dan juga pembelokan konsep saat pikiran dituangkan menjadi tulisan. Mungkin ini salah satu cara yang ditunjukkan Tuhan untuk belajar, dari waktu ke waktu. 

Tujuan selanjutnya adalah untuk dapat menjadi wacana belajar bagi anak, istri, dan keluarga terdekat. Dan terakhir semoga membawa manfaat bagi teman dan siapapun yang membaca blog ini.

Dasar penulisan dari berbagai sumber, dan sumber utama yang dipakai adalah Al Qur'an. Blog ini jauh dari kaidah penulisan ilmiah yang benar, di antaranya sedikit sekali menggunakan kutipan atau rujukan. Hal ini dikarenakan keterbatasan penulis, yang mudah-mudahan dapat terus diperbaiki. 

Blog ini bukan rujukan Islam ilmiah, jadi untuk pendalaman keislaman mohon untuk dapat berguru kepada para Ulama atau membaca literatur Islam yang dapat dipertanggungjawabkan kandungan keilmuannya. Blog ini lebih mengajak pembaca untuk membuka wacana secara sederhana dan ber-refleksi, tentang kehidupan. 

Tak ada klaim kebenaran atas semua tulisan dalam blog, kecuali ayat-ayat Al Qur’an yang disisipkan, ayat Al Qur’an itulah kebenaran. Tulisan-tulisan selain ayat di blog ini tak lain hanyalah persepsi saya tentang ayat Al Qur'an dan bukan ayat Al Qur'an itu sendiri. Namun demikian, semoga blog ini bisa menjadi alternatif bacaan untuk mendekatkan diri kepada pemahaman Al Quran yang mulia.
 
Apabila ada ketidak-setujuan, atau perbaikan, atau kritikan apapun, silahkan disampaikan melalui comment, sebagai bagian dari pembelajaran penulis dan kita semua.

Salah atau benar, semoga bisa menjadi bagian upaya meraih kebahagiaan yang kekal. Untuk aku, keluargaku, dan masyarakat baik muslim maupun non muslim. Dan di hadapan Alloh jua, pertanggungjawaban atas blog ini kelak harus saya lakukan. Semoga Dia selalu memberikan bimbinganNya.


Salam. 


nb : 
- Profesi penulis adalah pekerja. 
- Blog ini sebelumnya beralamat di ontrust.blogspot.com, dan pada 3 Januari 2012 beralih ke alamat dekatterasing.blogspot.com